Sawarna

Sabtu pagi yang cerah di tanggal 22 April, saya bersama Ion Banten menuju Pantai Sawarna.

Titik kumpul disepakati di Bunderan Alam Sutera pukul 6.00 wib. Tim 1 berangkat pukul 7.00 wib yakni saya dan Julian. Sementara tim 2 berangkat pukul 7.30 wib yakni Hadi, Helmi, Moris, dan Suhartono.

Perjalanan melalui Tenjo-Maja-Rangkasbitung. Jalanan sepi dan hanya dalam waktu 2 jam tim satu sampai di Hutan Sengon daerah Gunung Kencana. Disini tim 1 istirahat dan 30 menit kemudian tim 2 bergabung bersama TB mamat yg datang dari Serang. Namun sayang om Hadi kembali ke Jakarta karena istrinya sakit.

Perjalanan menuju Malimping ini sangat asyik karena jalanan beton, menanjak dan berliku, dimana kiri kanan hutan atau kebun sawit. Oh iya jalanan sangat sepi.

Setelah Malimping, beberapa tempat jalan rusak dan sedang diperbaiki. Waktu tempuh BSD menuju Sawarna 5 jam.

Kami menuju penginapan Srikandi yang dapat menampung 15 orang, dengan tarif 600 ribu. Tiga kali makan 65 ribu rupiah. Kami langsung menyantap makan siang disini.

Sore hari kami menuju Tanjung Layar yang berjarak 300 meter. Hasil foto kurang bagus karena cuaca mendung. Tak ada Sunset. Malam hari kami berkumpul di vila bersama Ion Pusat dan Ion Jakarta.

Pagi hari ingin melihat Sunrise tak terwujud karena turun hujan. Jam 8 pagi saya menuju Pantai Pari yang berpasir kuning. Meski ombak laut selatan yang besar, ditempat ini masih bisa digunakan untuk berenang. Namun sayang untuk menuju tempat ini cukup sulit karena jalanan hanya untuk motor yang menanjak, menurun dan berkelok.

Pukul 12, tim 1 kembali ke Jakarta via Sukabumi-Cikidang-Bogir-Parung dan Pamulang. Jalur Cikidang sepi, aspal bagus, menanjak dan berkelok. Saya tiba di pamulang pukul 17.30 wib. Sementara tim 2 pulang melalui jalur yang sama ketika berangkat.

Bensin 100 ribu

Penginapan 100 ribu

Makan 3x 65 ribu

Tiket masuk sawarna 5 rb

Makan di jalan 60 ribu